Sutradara: Agung Sentausa, Ifa Isfansyah, Tumpal Tampubolon, Rico Marpaung, Anggun Priambodo, Azhar Lubis, Wisnu Surya Pratama, Edwin, Sidi Saleh
// 9 Desember 2010
Oleh Yuki Aditya
Jika Paris dan New York mempunyai film anthology-nya sendiri ("Paris Je T'aime" dan "New York I Love You"), maka Belkibolang dapat dianalogikan juga sebagai Aku Cinta Kamu Jakarta. Yang membedakan adalah Belkibolang juga merupakan anthology personal tentang kota Jakarta tercinta ini dari Titin Wattimena penulis skenario yang akrab kita kenal melalui banyak film romantis belakangan ini. Dengan skenario yang semuanya ditulis oleh Titin sendiri, sembilan sutradara mengekspresikan pemahaman mereka terhadap masing-masing kisah dalam surat "cinta" Titin terhadap Jakarta. Hasilnya bervariasi dalam segi tone dan mood yang ditimbulkan, mulai dari yang menasehati, menggairahkan, segar sampai yang menimbulkan kesan hanya begitu saja.
Lazimnya sebuah film omnibus, semua segmen dipastikan mempunyai keterkaitan atau benang merah yang sama. Belkibolang sendiri lebih menampilkan Jakarta dari sisi pribadi atau potongan kehidupan dari segelintir manusia-manusia yang menghuninya dibanding sebagai suatu kritik sosial. Dilihat dari permukaan, iya ini adalah kumpulan cerita tentang Jakarta dan sekelumit problematika yang terjadi di ranah pribadi masing-masing segmen dimana tiap karakternya dapat dikatakan tidak saling mengenal satu sama lainnya. Tetapi satu hal yang menggelitik adalah bagaimana arti kata Belkibolang yang merupakan suatu singkatan biasa digunakan sebagai salah satu dari rambu lalu-lintas yang artinya Belok Kiri Boleh Langsung, dibuat "nyeleneh" dengan diartikan sebagai Belok Kanan Boleh Langsung yang tertera pada postcard pemutaran perdana film ini. Sehingga bisa dikatakan film ini juga merupakan upaya masing-masing cerita dan sutradara mencari "jalan" nya berdasar signature pribadi mereka, secara teknis, gaya bercerita, maupun atmosfir, salah satu bukti teori Auteurs itu ada.
Dibuka dengan "Payung", Agung Sentausa memutar kembali adegan yang sama dari seorang pria dengan kondisi hati dan pandangan yang telah sedikit berubah dan buat saya pribadi mempunyai kualitas pencahayaan terbaik dari segmen lainnya. Seorang pria menghabiskan waktu di pinggir jalan karena hujan lebat yang mengguyur Jakarta, tak ada yang peduli sampai seorang anak kecil yang menjajakan jasa ojek payung menghampirinya. Persahabatan mereka singkat tapi menumbuhkan kesan mendalam bagi pria itu, dan kesan itu ditimbulkan dari aspek "redemption" ketika dia mulai merasakan adanya "organisme" lain yang selama ini tidak pernah dia pikirkan sebelumnya.
Dalam "Percakapan Ini" seorang juru masak (Desta) mempunyai tugas tambahan untuk rutin menyiram dan mengajak ngobrol tanaman-tanaman kesayangan bos-nya yaitu seorang wanita yang tengah hamil (Marsha Timothy) dan juga simpanan seorang pria yang tidak pernah muncul sekalipun di layar. Ifa Ifansyah berkreasi dengan struktur dialog dalam bentuk palindrome, atau sekuens yang dapat kita lihat bekerja sama baiknya walau disaksikan dari depan atau belakang.
"Mamalia" oleh Tumpal di edit dengan menempatkan akibat lebih dahulu dibanding sebab dalam hubungan kausal dalam bercerita yang mungkin terpengaruh oleh "Robert Bresson" terutama dalam film "Une Femme Douce" Adegan seorang wanita yang payudaranya sedang dihisap oleh seorang pria memulai segmen ini, sampai-sampai si pria tidur keenakan tanpa menyadari betapa "berbahaya"nya wanita tersebut.
"Planet Gajah" merupakan rekoleksi memori dan sentimentil hubungan percintaan sepasang muda-mudi melalui voice-over yang Titin banget diputar sebagai background kisah-kasih "perayaan" yang ironis sekaligus ketakutan pasangan itu divisualkan Rico Marpaung dengan rada "blurry" dan slow-motion yang mengingatkan kita pada karya-karya Wong Kar-wai.
"Tokek" dari Anggun Priambodo yang sekaligus merupakan segmen favorit saya, mengejutkan dengan kesabarannya membangun adegan sampai ke akhir yang klimaks penuh kenorakan dan kegilaan namun dikemas dengan citarasa yang bagus. Peristiwa mati lampu dipandang sebagai rutinitas yang sama pentingnya dalam keseharian hidup sebuah keluarga kecil di Jakarta, layaknya bekerja dan gempuran sinetron di televisi. Jika segmen lain terkesan mencari jalan, situasi yang dihadapi karakter dalam "Tokek" dapat dikatakan dalam kondisi terperangkap di petak kecil tempat tinggal mereka, dan Anggun-lah yang paling berhak menentukan "jalan" hidup mereka selanjutnya.
"Peron" bercerita tentang seorang mahasiswa yang dalam kesehariannya menunggu kereta hanya larut dan asik sendiri dengan musik yang diputar oleh iPod-nya. Suara lain menjadi abai sampai seketika pemutar musik favoritnya itu rusak, mulailah dia mendengar dan menghargai suara-suara lain yang ada di sekelilingnya. Tema yang diangkat dan efek yang dihasilkan oleh segmen ini kurang lebih sama dengan segmen "Payung".
"3ll4" mempunyai dialog-dialog yang paling dekat dengan keseharian kita dibandingkan segmen lainnya. Dikisahkan seorang pelacur wanita dengan gigih terus mencari uang pada malam-malam terakhir bulan Ramadhan untuk membanggakan keluarganya di kampung saat momen Lebaran tiba. Sahabat terdekat Ella adalah penjual bebek panggang tempat Ella berkeluh-kesah dan menitipkan barang ketika akan melacur. Tidak ada sesuatu yang baru ditawarkan dalam form film ini, melainkan lebih ketransparanan Wisnu Surya Pratama dalam menggambarkan sisi simpatik dan manusiawi dari seorang pelacur dengan dialog yang dilafalkan dalam bahasa Jawa yang lugu dan lucu yang melibatkan permintaan restu Ella agar Vagina-nya dapat sama laku malam itu dengan bebek panggang yang dijual kawannya.
Segmen kedua favorit saya dari Edwin, diberi judul secara tepat "Roller Coaster", karena memang yang paling intens membuat degup jantung semakin kencang dari awal hingga berhentinya si wahana yang terkenal itu. Multitude pengalaman dari sebuah bentuk persahabatan sepasang pria dan wanita telah melalui berbagai macam ujian, kecuali mereka sama-sama belum pernah merasakan menyentuh kulit yang biasa dibungkus oleh pakaian masing-masing. Apakah pengalaman saling telanjang berhadapan itu penting bagi persahabatan mereka ke depan? Well, proses saling menelanjangi itulah yang lebih penting, sama seperti pasang surut persahabatan, canda tawa dan amarah mereka sebelum proklamir kata sebagai sahabat sejati itu dapat terasa, bagaikan "Roller Coaster" yang sedang ada di titik "reverse"nya.
Sidi Saleh yang biasa dikenal sebagai kolaborator Edwin dalam perannya sebagai Cinematographer menutup Belkibolang dengan segmen "Bulan Purnama". Latar belakang malam Tahun Baru di Jakarta beserta hiruk-pikuk deru kendaraan dan bisingnya tiupan terompet. Seorang supir taksi tetap mencari sewa di malam yang harusnya penuh kegembiraan tersebut dengan membawa serta istri dan keinginan terpendamnya untuk mengutarakan niat perceraian. Pria itu terus mencoba untuk mencari momen, keberanian dan kata yang tepat. Pelanggan naik silih-berganti, hingar-bingar, dan rasa kebelet pipis diantaranya menjadi batu sandungan yang menghalangi niatnya tersebut. Alasan kenapa pria itu mau menceraikan istrinya tidak pernah diberitahu kepada penonton, kecuali kita tahu bahwa si pria masih menaruh hormat dengan selalu ingin agar istrinya itu duduk di bangku samping tempat ia menyetir taksi. Niat diutarakan, kegetiran dirasakan, menyisakan refleksi hubungan mereka yang mungkin akan berhenti atau terus berlanjut di Tahun depan dan harapan yang baru.
Saya masih menyesali karena tidak sempat tahu sejauh mana kesetiaan masing-masing sutradara terhadap naskah yang ditulis oleh Titin, beberapa segmen dapat berdiri sendiri tanpa teringat nama Titin, sebagian terasa hambar dan terasa tidak akan berbeda jauh jika disutradarai oleh orang lain. Dilihat dari luar konteks Belkibolang yang merupakan dokumen terhadap suatu tempat dalam satu periode, film ini dapat diapresiasi sebagai gerakan menuju apotheosis dari proses asimilasi manusianya yang sangat beragam, juga dari sisi perjuangan pembuat film yang terlibat di dalamnya.










waaaaaaaah bisa didownload gak haha? mau nonton dongs
BalasHapusnontonnya dimana ya?filmnya bs d beli dmn ni?
BalasHapuskayanya keren2 nih.... kalo ada link donlotnya boleh dong di bagi :)
BalasHapus